Dalam rangka mencapai visi Sebagai Program Studi terkemuka dalam melahirkan sarjana mukmin muslim di bidang Ekonomi Islam untuk mewujudkan tatanan ekonomi yang islami dengan tetap “berjiwa pondok” (Jiwa Keikhlasan, Jiwa Kesederhanaan, Jiwa Ukhuwah Islamiyah, Jiwa Berdikari dan Jiwa Kebebasan).

Program Studi Mu’amalat (PS Mu’amalat) melaksanakan misi mendidik dan mengembankan SDM dalam ekonomi Islam yang memiliki komitmen keislaman, integritas keilmuan dan kepribadian serta memiliki kepedulian terhadap berbagai problematika ekonomi umat dan bangsa.

Untuk maksud tersebut, menetapkan tujuan dan sasaran didirikanya program studi ini untuk menghasilkan sarjana yang mampu mengelola lembaga keuangan syari’ah yang beerkafa’ah dalam menterjemahkan etika syari’ah ke dalam sistem ekonomi Islam. Mampu dan amanah mengembangkan ekonomi umat, sebagai pengabdian.

Kemahasiswaan, Seleksi calon mahasiswa baru pada PS Mu’amalat dilakukan dengan cermat dan ketat. Secara garis besar bisa dijelaskan bahwa seleksi mahasiswa dilakukan dengan dua jalur ; dengan tes dan non tes. Sistem seleksi melalui non-tes hanya diberlakukan kepada alumni KMI Gontor (jenjang KMI setara dengan SMA, dan ijazah KMI Gontor telah mendapat PERSAMAAN dari Depag tahun 1999 dan Diknas tahun 2000) yang berprestasi dengan kualifikasi jayyid (memuaskan), jayyid jiddan (sangat memuaskan), dan mumtaz (cumlaude).

Adapun penerimaan mahasiswa dengan tes diberlakukan untuk lulusan non KMI Gontor dengan memenuhi persyaratan. Diantara syarat penting yang harus dipenuhi adalah menguasai Dirasah Islamiyah dan mampu berbahasa Arab dab Inggris dengan aktif. Sehingga Program Studi Mu’amalat memperoleh raw input yang relatif sama baik (homogen) untuk pengembangan berikutnya. Meskipun mahasiswa PS Mu’amalat mempunyai latar belakang sosio-ekonomi yang beragam.

Pelibatan mahasiswa dalam program pembinaan sudah dilaksanakan secara efektif. Pembinaan mahasiswa yang dimaksud meliputi upaya peningkatan kepemimpinan, penalaran, minat, dan kegemaran mahasiswa.

Kegiatan ekstra kurikuler sudah berjalan efektif, terjadwal dan terorganisasi dalam Unit-unit Kegiatan Mahasiswa (UKM); Klub-klub kegiatan mahasiswa yang muncul di lingkungan mahasiswa antara lain, di bidang kajian ilmiah: klub kajian pemikiran Islam, pendidikan dan kepesantrenan, Ekonomi Islam, Hukum Islam, Qur’an dan Hadits.

Pelayanan untuk mahasiswa berupa: Perwalian (bersifat akademik dan konseling pribadi) yang dilaksanakan secara rutin setiap rabo pagi, Bantuan tutorial, Konseling Mahasiswa (mental dan fisik). Pelaksanaan layanan-layanan tersebut di atas berjalan cukup efektif karena sistem pesantren mahasiswa dan dosen tinggal 24 jam di satu kampus.

Dosen dan Tenaga Pendukung, untuk menjadi dosen Muamalat tidak hanya berkompeten dalam bidang keilmuan saja namun banyak aspek lain yang perlu dipertimbangkan. Maka ditetapkan kualifikasi sebagai berikut; Beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT; Berwawasan Pancasila dan UUD 1945; Memahami sepenuhnya jiwa, visi, misi, tujuan dan sistem pendidikan Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo; Mempunyai moral dan integritas yang tinggi; Memiliki rasa tanggung jawab yang besar terhadap masa depan bangsa, negara dan agama. Memiliki kualifikasi sebagai tenaga pengajar bidang mu’amalat dan berkemampuan mengadakan penelitian dalam rangka pengembangan ekonomi umat. Dosen PS Mua’malat khususnya dalam dirasah islamiyah berkualifikasi baik, sebab kebanyakan adalah lulusan (S2) PT terkemuka di Timur Tengah.

Selanjutnya, proses penempatan dosen diserahkan kepada Fakultas. Dalam hal ini Fakultas memiliki kewenangan mengelola SDM secara penuh, sampai pada penilaian konduite setiap SDM yang berada di Fakultas. Adapun kewenangan yang dimiliki Prodi adalah memberikan beban tugas kepada dosen yang bersangkutan.

Adapun kode etik dosen tertuangkan dalam buku pedoman khusus dosen, meliputi tata krama dalam perkuliahan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sedangkan penghasilan, kesejahteraan, dan tunjangan dosen diatur tersendiri dalam aturan yang ditetapkan oleh rektor.

Target Kurikulum Mu’amalat adalah, Kompetensi lulusan diharapkan memiliki kerpibadian dan integritas moral keislaman tinggi, mempunyai kompetensi profesional dan dapat bersikap terbuka terhadap pembaharuan di bidang ekonomi.

Relevansi, keluasan, kedalaman, koherensi dan derajat integrasi kurikulum telah direncanakan secara sistematis, baik secara horisontal maupun vertikal. Hal ini tercermin dalam tagihan mata kuliah dan jalur studi yang telah ditetapkan menggambarkan hubungan prasyarat-kosyarat antar mata kuliah (vertikal), misal mahasiswa mengambil mata kuliah Metode Penelitian sebagai prasyarat mengambil mata kuliah Bimbingan Skripsi yang merupakan prasyarat menyusun skripsi. Sedangkan hubungan kesejajaran antar mata kuliah merupakan contoh segi horisontal

Sarana dan Prasarana

Secara umum pengelolaan infrastruktur dilakukan secara bersama antara Yayasan dan Institut, sesuai dengan jenis dan volume tanggungjawab masing-masing. Pada tingkat yayasan ditangani oleh ketua Yayasan Pemeliharaan dan Perluasan Pondok Modern (YPPWPM), sedangkan pada tingkat Institut ditangani oleh Pembantu Rektor II. Sistem pemerolehan prasarana sudah menjamin keberlanjutan (sustainability).

Sarana-sarana pokok dan sarana penunjang seperti ruang kuliah, asrama, laboratorium, perpustakaan, sarana penunjang perpustakaan dan sarana olah raga kesemuanya telah tersedia. Tersedia juga sarana penunjang kegiatan ekstra kemahasiswaan dan pada prinsipnya telah terpenuhi.

Pendanaan

Secara garis besar, dana yang diperoleh oleh Institut dan Prodi berasal dari tiga sumber. pertama, dari mahasiswa dalam bentuk dana Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP) yang dibayarkan pada awal semester atau diangsur per-bulan. kedua, dari kucuran YPTD (Yayasan Perguruan Tinggi Darussalam). Ketiga, dari sumbangan perorangan atau lembaga swasta atau pemerintah yang tidak mengikat

Akuntabilitas keuangan relatif transparan kepada Pembantu Dekan II untuk tingkat Fakultas dengan tembusan kepada Pembantu Rektor II untuk tingkat Institut, dalam bentuk laporan bulanan dan atau laporan dua mingguan dan atau setelah suatu kegiatan selesai dilaksanakan. Alokasi dana sesuai dengan apa yang tercantum dalam SP4.

Tata Pamong (Governance), Organisasi yang disusun relatif baik (efisien dan realistik), dengan nilai-nilai luhur Islam-pesantren yang kental, kepemimpinan model kyai tanpa meninggalkan manajemen perguruan tinggi profesional seperti mekanisme hubungan Rektor, Dekan, Pembantu Dekan, dan Kepala Program.

Walaupun kepemimpinan di lingkungan ISID sangat kental dengan nuansa kepemimpinan di pesantren, namun hal tersebut tidak mengurangi kekritisan terhadap kebijakan pimpinan ISID. Auto-critic senantiasa dibangun dari bawah, karena kalau dicermati, kepemimpinan di lingkungan ISID lebih bercorak “rasional” dari pada “kharismatik” .

Dengan prinsip musyawarah, Pengelolaan Program dapat dilaksanakan dengan efektif dan efisien. Bersifat formal dan informal, karena memang dijalankan dalam lingkungan dan tradisi pesantren. Terkontrol dengan baik dengan rapat mingguan yang pelaksanaanya sangat konsisten. Sedangkan perencanaan dan pengembangan program terumuskan dalam Renstra dan Renop. Berdasarkan itu jaminan mutu Prodi dapat terlaksana dengan baik.

Pada aspek Proses Pembelajaran, relevansi bahan kuliah dengan visi, misi dan tujuan dapat dikatakan telah tercapai. Indikator yang dapat dilihat: dosen mengajar dengan persiapan, bahasa pengantar dengan bahasa Arab atau Inggris, suasana belajar yang kondusif, dan ketuntasan masa studi rata-rata 4 tahun.

Sebagian dosen belum maksimal memanfaatkan sumber dan media pembelajaran meskipun sebagian besar telah disediakan lembaga, beberapa mahasiswa (jumlahnya sangat kecil) tidak dapat menuntaskan masa studi yang wajar hingga hampir drop out, hal-hal tersebut yang mesti dicarikan jalan keluarnya.

Suasana Akademik; Interaksi dosen-mahasiswa, mahasiswa-mahasiswa, dosen-staf administrasi-pimpinan terjalin sangat harmonis. Tersedia sarana untuk memelihara interaksi dosen-mahasiswa, baik di dalam dan di luar kampus, relatif memadai dan efektif untuk menciptakan iklim akademik.

Dengan 24 jam mahasiswa tinggal di asrama, memungkinkan semua kegiatan dilaksanakan dengan baik dan terkontrol. Konseling mahasiswa dapat terpenuhi sesuai harapan. Meskipun sistem pesantren mempunyai kelemahan apalagi dilaksanakan untuk pendidikan tinggi, namun kelebihannya lebih dapat dirasakan secara langsung.

Sistem informasi yang tersedia sudah sesuai dengan kebutuhan Stake-holders dan untuk meningkatkan kualitas pelayanan administrasi akademik. Namun sistem pelaporan kegiatan kepada wali mahasiswa masih perlu peningkatan terutama di bidang IT-nya.

Sistem informasi yang digunakan oleh Prodi bersifat standar, baik dalam bidang kemahasiswaan, administrasi, manajemen, keuangan, dan ketenagaan. Dana untuk pengembangan sistem informasi dialokasikan secara efisien setiap tahun melalui SP4 .

Sistem Jaminan Mutu; Strategi pembinaan mutu ke dalam, dilakukan dengan memonitor perkuliahan melalui jurnal kuliah dan angket kepuasan mahasiswa. pengembangan sistem berjalan efektif, dilakukan setelah melalui serangkaian kegiatan assesment terhadap proses dan hasil belajar mahasiswa secara berkesinambungan. Penjaminan mutu lebih dititik beratkan pada peningkatan mutu ke dalam.

Pada tingkat Prodi dilakukan kajian kurikulum, evaluasi mutu yang berkelanjutan, dan memanfaatkan hasil evaluasi internal yang dilakukan perseorangan atau komisi/tim yang ditugaskan membuat penilaian (assesment) terhadap program-program internal.

Lulusan; Hampir dapat dikatakan kompetensi lulusan mencapai 90% lebih dari harapan. Dari hasil pelacakan lulusan diperoleh data yang mengembirakan, hampir tidak ditemukan keluhan dari pengguna lulusan dan lulusan yang menjadi pengangguran.

Pencapaian kompetensi lulusan diasumsikan sangat baik, walau tidak selalu nyata dalam hasil studi berupa IPK. Dilingkungan ISID, ada rumor bahwa penilaian (ujian) mahasiswa oleh dosen termasuk “mahal”, hal tersebut tidak tidak selalu benar, sebab dosen dalam menilai (ujian) mahasiswa lebih menetapkan standar tinggi semata untuk kehati-hatian dan jaminan kualitas lulusan.

Profesi lulusan cukup beragam, bekerja sesuai kompetensi profesionalnya, wiraswasta sampai PNS. Namun ada fenomena yang menarik, sebagian banyak lulusan ternyata berprofesi sebagai tenaga pendidik. Hal tersebut sah-sah saja karena salah satu misi pendirian lembaga sebagai bentuk khidmat (pengabdian) kepada masyarakat. Banyak juga lulusan yang melakukan studi lanjut (S2), hal tersebut sangat mungkin dilakukan apalagi ISID mempunyai jaringan kerja sama yang luas di dalam dan di luar negeri. Selama ini tidak ditemukan keluhan yang berarti dari pengguna lulusan langsung seperti pesantren dan sokalah, juga dari PT tempat lulusan melanjutkan studi.

Penelitian dan Pengabdian (kepada) Masyarakat; Hubungan kerjasama dan kemitraan penelitian antara Prodi dan lembaga dalam negeri terjalin dengan baik, yaitu melalui proyek penelitian yang relevan khususnya dari Ditjen Binbaga Islam Departemen Agama. Pada tahun 2007 ini, beberapa dosen ISID telah memenangi beberapa penghargaan dalam lomba tulis-menulis yang diadakan Departemen Agama di UIN Yogyakarta.

Meskipun demikian, kualitas dan produktivitas penelitian yang dilakukan oleh dosen belum ideal khususnya aspek metodologi dan tema penelitian yang dipilih. Adapun kerja sama dosen dan mahasiswa dalam penelitian masih sangat terbatas, kecuali pada proses pembimbingan dalam penulisan skripsi sebagai tugas akhir.

Khusus skripsi, mahasiswa diwajibkan menulisnya dalam bahasa Arab atau Inggris, dan ini adalah salah satu kelebihan yang dimiliki ISID. Sedangkan publikasi hasil penelitian dan karya tulis dosen dan mahasiswa masih terbatas pada jurnal-jurnal yang dimiliki Institut dan Fakultas.

Agenda pengabdian kepada masyarakat cukup jelas dan terprogram setiap semester. Pengabdian diselenggarakan di banyak wilayah/lokasi yang berbeda-beda dan bergantian. Keberlanjutan pengabdian dalam arti tindak lanjut atau implementasi belum dapat dipantau, karena lebih memperhatikan aspek pemerataan lokasi pengabdian.

Kualitas dan produktivitas pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh dosen sudah ideal khususnya aspek metodologis dan tematiknya. Intensitas pengabdian kepada masyarakat cukup karena Prodi melibatkan hampir semua dosen tetap sekaligus sebagai anggota tim pengabdian kepada masyarakat, khususnya KKN dan Bhakti Sosial; dengan mutu baik. Dari hasil pengamatan, KKN yang dilaksanakan selalu mendatangkan kesan mendalam dan positif. Dengan prinsip “DI ATAS DAN UNTUK SEMUA GOLONGAN”, menjadikan pengabdian yang dilakukan di lingkungan ISID cenderung dapat diterima di semua lapisan masyarakat sebagai perekat umat.

 

Looking for something?

Use the form below to search the site:


Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Archives

All entries, chronologically...