Seiring dengan tuntutan kebutuhan masyarakat dan permintaan lapangan pengabdian terhadap sarjana dibidang Tafsir, maka pemerintah bersama dengan masyarakat berupaya memenuhi kebutuhan dimaksud.  Pemerintah cq. Depag RI selama ini telah melakukan upaya akselerasi dengan menyelenggarakan berbagai program untuk memasyarakatkan al-Qur’an, baik melalui seminar, workshop, saresehan, pelatihan, musabaqah dan lain sebagainya, juga melalui program beasiswa bagai para dosen PTAI di universitas-universitas terkemuka di Indonesia dan luar negeri. Namun demikian, tampaknya kedua hal diatas belum dapat memenuhi kebutuhan dengan cepat, karena kuantitas beberapa program itu memiliki keterbatasan tertait dengan kuota.

Maka menjadi tantangan tersendiri bagi PerguruanTinggi Islam untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas lulusan sarjana Tafsir sesuai yang diharapkan, bukan hanya untuk keperluan formal aja, tetapi terutama untuk pemenuhan tenaga pengajar di sekolah-sekolah, perguruan tinggi. Pembimbing bagi masyarakat serta ilmuan/ulama’  yang mampu memahami al-Qur’an secara tektual dan kontektual, sehingga menjadi rujukan bagi masyarakat. Dengan bertambahnya sarjana Tafsir diharapkan dapat mempercepat produksi SDM yang sangat dibutuhkan untuk pembangunan bangsa dan negara di era globalisasi.

Untuk mencapai keinginan tersebut, Institut Studi Islam Darussalam (ISID) PM Gontor merasa terpanggil dan berkewajiban untuk meningkatkan pengabdiannya kepada nusa dan bangsa dengan mencetak sarjana Tafsir yang berkualitas. Hal ini sebenarnya sejalan dengan landasan dan latar belakang dari Tri Dharma ISID, karena hanya melalui pengembangan studi ilmu-ilmu keislaman dan pencapaian sasaran maka visi Institut Studi Islam Darussalam (ISID) dapat tercapai.

 

Looking for something?

Use the form below to search the site:


Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Archives

All entries, chronologically...